Selasa, 05 November 2013

Protista

Protista (Yunani, protos=pertama) merupakan organisme eukariota pertama atau paling sederhana. Sebagian organisme eukariotik, protista memiliki membran inti sel.
Sebagian besar uniseluler, tetapi ada pula yang berkoloni dan multiseluler. Protista memiliki keanekaragaman metabolisme. Ada protista yang aerobik dan memiliki mitokondria, namun ada pula yang anaerobik. Ada protista yang fotoautotrof, namun ada pula yang hidup heterotrof.
Sebagian besar protista memiliki alat gerak berupa flagela atau silia sehingga dapat bergerak, namun ada pula yang tidak memiliki alat gerak. Protista mudah ditemukan karena hidup di berbagai habitat yang mengandung air. Protista merupakan organisme penyusun plankton (Yunani, planktos=mengembara). Plankton yang bersifat fotoautotrof disebut fitoplankton, sedangkan yang heterotrof disebut zooplankton.
Berdasarkan kemiripan ciri – cirinya dengan organisme lain dan cara memperoleh makanan sebagai sumber energi, protista dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu :
1.     Protista mirip hewan adalah protista heterotrof yang memperoleh makanan dari organisme lain dengan cara memasukkan makanan ke dalam sel tubuhnya. Protozoa meliputi kelompok Mastigophora (Protista berbulu cambuk), Sarcodina (Protista berkaki semu), Ciliophora (Protista bersilia), dan Sporozoa (Protista berspora). Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri/pembelahan biner/mitosis.
2.     Protista mirip tumbuhan adalah protista fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri. Alga meliputi kelompok Euglenophyta (Euglena), Chrysophyta (alga keemasan), Pyrrophyta (alga api), Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), Rhodophyta (alga merah).
3.     Protista mirip jamur adalah protista heterotrof yang memperoleh makanan dari organisme lain dengan cara menguraikan atau menelan makanan. Jamur Protista meliputi kelompok jamur lendir dan jamur air (Oomycota). Jamur lendir terbagi menjadi terbagi jamur lendir plasmodial (Myxomycota) dan jamur lendir seluler (Acrasiomycota). Reproduksi Myxomycota pada fase vegetatif/plasmodium ini dapat bereproduksi secara vegetatif dengan cara pembelahan biner (satu plasmodium membelah menjadi dua plasmodium). Reproduksi Oomycota reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora yang memiliki dua flagel untuk berenang. Reproduksi generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora. Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip Amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang. 
Reproduksi Protista – Sebagian protista berkembang biak secara seksual (konjugasi), sementara lainnya secara aseksual (fisi biner). Plasmodium falciparum, memiliki siklus hidup biologis super kompleks yang meliputi berbagai macam makhluk hidup, sebagian bereproduksi seksual, sebagian lain aseksual.
Namun, masih belum jelas seberapa seringnya reproduksi seksual menyebabkan pertukaran genetika antar strain yang berbeda dari Plasmodium dan sebagian besar protista parasit adalah clonal line yang jarang melakukan pertukaran gen dengan strain lain.
Beberapa penyakit yang menyerang tubuh manusia dan hewan mamalia sebagian disebabkan oleh protozoa parasit. Selain dapat merugikan bagi manusia, protista juga dapat menguntungkan,antara lain sebagai berikut:
1.     Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air.
2.     Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan.
3.     Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
4.     Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.
5.     Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.
6.     Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST).
7.     Chlorella (contoh alga hijau), digunakan untuk suplemen makanan, obat-obatan, dan bahan kosmetik.
8.     Porphyra (alga merah), digunakan sebagai suplemen makanan.
9.     Rhodymenia palmata (alga merah), digunakan sebagai sumber makanan.
10.                        Macrocrystas pyrifera, menghasilkan iodin yaitu unsur yang dapat mencegah penyakit gondok.
11.                        Macrocystis (alga cokelat), digunakan sebagai makanan suplemen untuk ternak karena kaya Na, P, N, Ca.
12.                        Gellidium; Gracilaria, digunakan sebagai bahan pembuatan agar-agar.
13.                        Laminaria; Fucus; Ascophylum, menghasilkan asam alginat sebagai pengental dalam produk makanan (sirup, coklat, permen, sald, keju, es krim) dan pengental dalam industri(lem, tekstil, pelapis kertas, tablet antibiotik, pasta gigi).
14.                        Diatom (alga pirang), karena mengandung silikat tanah diatom digunakan sebagai penggosok, isolasi bahan dasar industri kaca, dan penyaring bakteri.
Selain protista menguntungkan bagi kehidupan manusia, ada beberapa yang merugikan, antara lain:
1.     Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan jaringan pada usus dan diare.
2.     Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.
3.     Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi atau di leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi.
4.     Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping sickness atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia. Vektor perantaranya adalah lalat tse-tse dari jenis Glossina tachionides.
5.     Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan kerbau. Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat dari genus Tabanus.
6.     Trypanosoma rhodesiense, sama halnya dengan Trypanosoma gambiense,menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Yang membedakan adalah vektor perantaranya yaitu lalat tse-tse dari jenis Glossina morsitans dan Glossina palpalis.

7.     Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfanya membesar, serta terjadinya ulcers atau luka pada ususnya.
Jamur lendir dan jamur air



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar