Minggu, 03 Maret 2013

Pidato Hari Pahlawan


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
            Kepala SMP N 2 Pati yang saya hormati. Bapak ibu guru karyawan karyawati SMP N 2 Pati yang saya hormati. Rekan-rekan kelas IX, adik-adikku kelas VII & VIII yang sangat saya sayangi. Sebelumnya marilah kita haturkan puja-puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah & karunianya kita dapat berkumpul di sini dalam rangka peringatan hari pahlawan dalam keadaan sehat walafiat.

            Hari ini tanggal 10 November 2013 kita memperingati hari pahlawan. Jadi sudah semestinya kita berterima kasih kepada pahlawan-pahlawan kita yang sudah mengorbankan jiwa & raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan negara kita. Jadi, saya mengajak anda, marilah kita menghormati jasa-jasa para pahlawan kita dengan meniru sikap berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan bangsa & negeri kita yang sangat kita banggakan. Perjuangan para pahlawan kita untuk mengusir para penjajah dari negeri kita yang sangat kita bangggakan tidak sia-sia. Ada peribahasa yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang yang memiliki makna jika kita tidak mengenal pahlawan-pahlawan kemerdekaan bangsa kita maka sama saja kita tidak menghormati jasa-jasa pahlawan kita yang sudah berjuang mati-matian demi merdekanya bangsa ini. Bangsa Indonesia yang besar ini.
            Kita ingat-ingat kembali. Kejadian beberapa puluh tahun yang lalu para pemuda kita memanjat tiang bendera yang ada di Hotel Yamato, Surabaya. Mereka menyobek kain berwarna biru pada Bendera Belanda sehingga menjadikannya Bendera Indonesia merah putih saja. Keberanian para pemuda itu yang berani memanjat tiang bendera itu membuat kagum para tentara Belanda yang berada di hotel tersebut. Para tentara itu tidak berani menembak para pemuda yang sedang memanjat tiang bendera. Para pemuda itu tidak takut akan timah panas yang akan menghujam dirinya sewaktu-waktu. Keberanian para pemuda itulah yang patut kita tiru. Berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini tanpa kenal takut dengan darah & gagah berani. Pidato Bung Tomo yang membangkitkan Arek-Arek Surabaya untuk mengusir para penjajah. Pidato beliau dengan kata-kata yang mengobarkan semangat patriotisme.
            Itulah sepenggal sejarah negara kita yang pada waktu itu bangsa kita masih terjajah bangsa lain. Seharusnya kita belajar dari sejarah masa lampau untuk menjadikan kita manusia-manusia yang penuh dengan rasa nasionalisme & berjiwa patriotisme. Perjuangan para pahlawan kita pada masa lampau dapat kita lanjutkan pada masa kini. Di zaman modern ini, kita masih terjajah oleh kemiskinan, korupsi, kolusi, nepotisme, & masih banyak lagi. Tentu pahlawan kita akan merasa kecewa karena perjuangan mereka tidak diteruskan oleh generasi-generasi penerusnya. Marilah kita tanamkan jiwa patriotisme kita agar dapat menjadi pribadi yang penuh dengan rasa kebangsaan.
            Cukup sekian. Apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati anda saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar