Selasa, 01 November 2016

Esai Tema Pencegahan Korupsi



UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN SEJAK DINI
Bondan Kartika Pradipta, Pendidikan Teknik Bangunan

Pada dewasa ini, kita sering melihat di banyak stasiun televisi terdapat banyak sekali kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik kita. Hal ini sangat disayangkan mengingat pejabat publik adalah orang yang disegani di masyarakat, patut dijadikan contoh dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pada kenyataannya hal tersebut tidak terjadi secara semestinya. Sungguh sangat memalukan pejabat publik melakukan hal seperti ini. Membuat malu dirinya sendiri serta keluarganya. Dan membuat citra dirinya di masyarakat menjadi sangat buruk.
Melihat banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik, pemerintah menggencarkan program pendidikan berkarakter. Dalam hal ini diharapkan dengan adanya program tersebut, peserta didik menjadi sadar dan memahami apa bahaya dan dampak dari korupsi. Tetapi pada kenyataannya program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak terjadi penyimpangan di dalamnya. Contohnya banyak peserta didik melakukan berbagai kecurangan dalam segala bentuk ujian dan banyaknya orang tua peserta didik yang menyuap oknum pejabat sekolah agar si anak bisa masuk ke sekolah tersebut walau dengan nilai yang di bawah standar yang telah ditentukan. Karena banyaknya penyimpangan yang terjadi, pendidikan berkarakter yang dicanangkan oleh pemerintah menjadi sia-sia.

Hal ini terjadi karena sudah melekatnya budaya jalan pintas di kalangan peserta didik dan orang tuanya. Yang menganggap tanpa nilai yang baikpun si anak bisa sekolah di sekolah favorit asalkan mempunyai uang yang cukup untuk menyusup oknum pejabat sekolah. Banyak peserta didik yang berpikiran bahwa nilai itu di atas segala-galanya. Oleh sebab itu, banyak peserta didik menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.
Memang maksud pemerintah sangat baik untuk menggencarkan program pendidikan berkarakter, tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan di sana sini. Dalam hal ini yang salah bukan kebijakannya, melainkan objek dari pelaksanaan program tersebutlah yang belum siap. Mengubah pola pikir masyarakat, menghilangkan budaya jalan pintas, itu yang seharusnya dilakukan. Kebijakan sering diubah tetapi masyarakat sendiri masih berpikiran seperti itu sama saja tanpa hasil.
Seharusnya pemerintah tidak hanya memikirkan kebijakannya saja tetapi juga memikirkan pola pikir masyarakat juga. Kini yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat yang sudah tertanam begitu lamanya, yang hanya menganggap pintar atau tidaknya anaknya berdasarkan nilai yang si anak raih. Sekolah itu tidak hanya semata-mata mencari nilai tetapi mencari ilmu yang bisa digunakan atau diterapkan di kehidupan sehari-hari, di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan ilmu yang dia punya, tetapi juga mengajarkan perilaku yang baik. Akan lebih efektif lagi jika pendidikan anti korupsi ditanamkan sejak bangku taman kanak-kanak. Agar pemikiran anti korupsi melekat kuat di benak para peserta didik. Membudayakan anti menyontek di setiap bentuk ujian. Karena ujian itu untuk menguji seberapa paham peserta didik akan materi tersebut. Jika budaya menyontek terus saja terjadi maka tujuan dari ujian itu sendiri tidak terlaksanakan dengan baik. Memberi sanksi yang tegas jika peserta didik ketahuan melakukan kecurangan dalam ujian. Seringkali hal ini tidak dilakukan oleh pengawas ujian. Mereka hanya menegur saja. Tindakan seperti ini tidak akan membuat efek jera bagi peserta didik. Sanksi berupa dikeluarkannya peserta didik dari sekolah adalah sanksi yang tepat untuk pelaku kecurangan. Itu dilakukan agar peserta didik menjadi jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Dapat disimpulkan bahwa dalam pendidikan berkarakter ini, tidak hanya pemangku jabatan di instansi pemerintah dan para pengajar di sekolah saja yang terlibat aktif dalam hal ini. Orang tua juga harus turut aktif dalam mendukung pendidikan berkarakter ini. Semua harus berperan aktif agar pelaksanaan pendidikan berkarakter ini bisa berjalan lancar tanpa penyimpangan suatu apapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar