Kamis, 17 November 2016

Teks Narasi Tema Parkiran

MALAM MENCEKAM DI PARKIRAN JPTK UNS

Namaku Wini, aku seorang mahasiswa dari sebuah kampus kebanggaan masyarakat kota Solo yaitu UNS. Aku berasal dari program studi pendidikan teknik bangunan yang kampusnya ada di wilayah Pabelan. Cukup jauh dari kampus utama. Aku saat ini masih semester pertama atau mahasiswa baru.
Pada suatu hari, seusai pulang kuliah seperti biasa aku langsung keluar dari ruang kuliah. Pada saat itu hari sudah mulai gelap. Aku harus bergegas pulang kembali ke kamar kos. Langsung aku menuju ke parkiran. Tiba-tiba listrik di kampus padam. Rumah sakit di sebelah kampus pun juga padam listriknya. Keadaan menjadi gelap gulita. Terdengar suara gemuruh halilintar yang menyambar-nyambar, pertanda akan datangnya hujan. Langsung aku pun berteduh di bawah atap parkiran itu.

Dari kejauhan terlihat sesosok bayangan hitam. Apakah itu aku tak tahu. Semua terlihat samar-samar. Kemudian aku panggil tapi tak ada jawaban. Namun di saat aku lambaikan tangan, dia meresponku dengan melambaikan tangannya juga. Aku pun merinding ketakutan. Benar-benar tak terlihat, yang terlihat hanyalah hitam, hitam, dan hitam karena padamnya listrik di situ.
Lalu aku beranikan diri, aku hampiri sosok itu. Aku langkahkan kaki perlahan-lahan sambil memperhatikan keadaan sekitar. Setelah itu aku kembali pandangi tempat di mana sosok itu berada. Ternyata dia tidak ada di tempatnya lagi. Aku benar-benar ketakutan.
Sungguh benar-benar mencekam suasana di parkiran itu. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul sembilan. Benar-benar gelap yang sangat mencekam di sini. Ditambah dengan hujan yang turun dengan derasnya dan petir yang menyambar-nyambar. Aku pun kembali ke parkiran itu. Dingin dan mencekam itulah suasana pada saat itu.
Aku bingung harus berbuat apa. Jas hujan tak membawa. Payung pun juga tak kubawa. Terpaksa aku menunggu hujan reda sendirian di parkiran yang gelap dan mencekam ditambah rasa penasaranku dengan sosok itu. Tanpa pikir panjang langsung saja aku pulang tanpa menghiraukan derasnya hujan yang menerpa diriku ini. Tentu jelas basah kuyup badanku dan semua yang aku kenakan. Aku terus saja memikirkan sosok yang seakan-akan seperti memanggilku tadi. Aku benar-benar penasaran siapakah itu dan mengapa dia memanggilku seperti itu. Belum aku temukan jawabannya sampai detik ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar