Selasa, 09 Juli 2013

Mamba Hitam, Ular Tercepat di Dunia


Mamba Hitam adalah ular tercepat di dunia. Dia mampu mengejar mangsanya dengan kecepatan hampir 15 mil atau 24 km/jam. Racunnya yang mematikan ditakuti baik manusia maupun binatang di daerah asalnya, Afrika.
Binatang melata ini memiliki ukuran panjang maksimal 13 kaki atau 4 meter, namun rata-rata panjangnya kurang kurang lebih 10 kaki atau 3 meter. Sedangkan beratnya sampai 3,5 pon atau setara dengan 1,5 kg.
Binatang itu menjalani musim kawin pada musim semi sampai awal musim panas. Namun, kematangan seksualnya tidak diketahui pasti. Ia bisa bertelur antara 6-15 butir, dengan warna telur putih kasar dan cangkang yang lunak.

Kebiasaan binatang ini adalah hidup menyendiri. Makanan yang dikonsumsi adalah jenis binatang pengerat, kelelawar, mamalia kecil, burung, dan kadal.
Dia bisa hidup hingga usia 12 tahun di dalam kurungan. Atau mungkin kurang jika hidup di alam bebas.
Mamba Hitam berkerabat dengan Mamba Hijau, yang berukuran lebih kecil dan tidak terlalu beracun. Penyebarannya meliputi wilayah Afrika bagian selatan dan timur. Sedangkan Mamba Hijau ditemukan di Afrika bagian timur dan tengah.
Mamba Hitam tidak mengalami bahaya kepunahan selama habitatnya tidak diganggu.
Keistimewaan ular ini bagian rahang bawahnya bisa dilepas sementara, sehingga ia bisa menelan mangsanya yang lebih besar dari kepalanya.
Sementara itu, meskipun ia bergerak cepat, ia bisa menegakkan kepalanya kurang lebih 20 inci atau 50 cm dari tanah.
Pada saat melakukan perjalanan jauh, kecepatannya kurang lebih 7 mil atau 11 km/jam, namun dalam serangan jarak dekat kecepatannya 15 mil atau 24 km/jam. Mamba Hitam panjang dan kuat. Ia bisa mengangkat bagian depan tubuhnya 3 kaki atau 90 cm dari tanah ketika menyerang. Warnanya cokelat abu-abu pada bagian atasnya dan abu-abu pucat pada bagian perutnya.
Mamba Hijau lebih kecil, lebih pemalu, tidak terlalu beracun daripada Mamba Hitam. Mamba Hitam dapat bergerak lebih cepat daripada ular lainnya ketika melewati semak belukar yang lebat maupun daerah terbuka. Ia juga bisa dengan cepat naik ke pohon. Ular ini menyerang mangsanya dengan cepat dan akurat, bahkan ketika ia sedang bergerak cepat.
Mamba Hitam menghabiskan harinya dengan berjemur di bawah sinar matahari atau berburu. Waktu berburu, ular ini berjalan cepat di atas tanah atau di sepanjang dahan pohon.
Pada malam hari, ia kembali ke lubang yang tidak terpakai di dalam tanah atau tempat persembunyian yang dalam di antara batu-batuan atau pohon yang telah roboh. Ketika ketakutan ia akan segera masuk ke lubang itu, dan menyerang apapun yang menghalangi jalannya.
Mamba Hitam memerlukan udara yang hangat untuk mengaktifkan tubuhnya dan berbaring di bebatuan datar atau dahan-dahan yang rendah sepanjang hari untuk menyerap panas matahari. Di musim yang sangat panas, Mamba Hitam kembali ke liangnya saat tengah hari.
Mamba Hitam secara berkala melepas lapisan terluar kulitnya ketika ia bertumbuh. Hal ini terjadi setiap 2 bulan sekali begitu seterusnya, namun lebih cepat ketika habis menetaskan telur-telurnya. Ular-ular muda tumbuh sangat cepat dan melepas kulitnya lebih sering daripada ular yang lebih tua.
Ular ini termasuk jenis ular yang sering makan. Ia berburu dengan menggunakan taringnya. Pandangannya juga sangat sempurna.
Gigitan ular ini mengandung racun mematikan melalui 2 cekungan taringnya di bagian depan mulutnya. Racun ini menyerang sistem saraf dan dengan cepat membuat korbannya lemas. Enzim-enzim yang terkandung dalam air liur dan racun ular ini akan mencerna korbannya bahkan sebelum masuk ke perutnya. Dalam beberapa jam korbannya akan benar-benar telah dicerna.
Musim kawin berlangsung di musim semi dan di awal musim panas. Mamba Hitam jantan melakukan perjalanan jauh untuk menemukan pasangannya, namun setelah kawin masing-masing kembali ke liangnya sendiri.
Mamba betina bertelur 6 sampai 15 butir dengan memanfaatkan tanaman yang telah rusak atau bonggol pohon yang telah membusuk. Sarang dari bahan-bahan yang membusuk ini memberi panas yang menghangatkan telur-telur dan mempercepat waktu penetasannya.
Masing-masing telur memiliki cangkang yang lunak atau lentur yang membuat air dan oksigen bisa sampai ke embrio yang sedang tumbuh.
Ular-ular kecil yang telah menetas kira-kira panjangnya 20 inci atau 50 cm dan berwarna hijau keabu-abuan dan makin lama warnanya makin gelap.
Ketika dilahirkan, menurut Wild Life Fact Life, mereka sudah mandiri dan mampu menangkap mangsa seukuran tikus. Ular-ular muda bertumbuh cepat, mencapai panjang lebih dari 6 kaki atau 1,8 m dalam waktu 1 tahun. Mamba Hitam muda dimangsa oleh musang dan ular-ular pemakan ular dan Mamba Hitam dewasa dimangsa oleh elang-elang besar.
Mamba Hitam mampu mencerna seekor binatang seukuran tikus besar dalam waktu 9 jam.
Racun dari Mamba Hitam maupun hijau diambil dari taring-taringnya dan digunakan untuk penelitian medis.

Sumber : Suara Merdeka, 5 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar