Kamis, 18 Juni 2015

Contoh Teks Ulasan Drama

Memupuk Rasa Nasionalisme dari “Indonesia Masih Subuh”
Orientasi
Film pendek “Indonesia Masih Subuh” yang diproduseri oleh Fauzan Hazbi ini dipersembahkan sebagai wujud kecintaan terhadap Bangsa Indonesia. Film ini berkaitan erat dengan keadaan sosial, ekonomi, dan nasionalisme.
“Indonesia Masih Subuh” berkisah mengenai kecintaan seorang anak laki-laki terhadap Indonesia. Anak tersebut berambisi mempersembahkan sesuatu untuk Indonesia sebagai wujud kecintaannya terhadap NKRI.
Interpretasi
Anak kecil yang setiap harinya harus bekerja sebagai tukang semir sepatu keliling itu, mempunyai rasa kecintaan kepada NKRI yang luar biasa. Setiap kali dilihatnya Sang Merah Putih, ia selalu menghormatinya.
Seperti kisah nyata mayoritas Indonesia, keinginan anak kecil yang tidak bersekolah itu sangatlah paradoks dengan kehidupan sosial ekonomi yang ia alami. Keinginan anak itu harus menghadapi kendala-kendala. Terutama dalam bidang perekonomian.
Anak itu dengan semangat mengumpulkan uang setiap harinya untuk mempersembahkan Merah Putih kepada Indonesia. Ketika uangnya sudah terkumpul, anak itu kemudian membeli bendera Indonesia lalu membawanya keliling kota. Anak itu dengan riang berlari membawa bendera Indonesia.

Anak itu kemudian mengibarkan bendera Indonesia di salah satu Sekolah Dasar. Meskipun tangan anak itu berdarah, namun hal tersebut tidaklah menjadi halangan baginya untuk mengibarkan Sang Merah Putih.
Anak tersebut sangat bahagia dapat mempersembahkan sesuatu untuk Indonesia. Namun, keesokan harinya anak itu menemukan bendera Merah Putih yang telah ia kibarkan tergeletak di jalan depan sekolah tersebut. Anak itu sangat hancur hatinya. Segala utopia anak itu untuk Indonesia harus kandas saat itu juga.
Evaluasi
Bagi sebagian penonton yang menyaksikan Indonesia Masih Subuh merasa kurang paham dengan jalan cerita disebabkan karena pada awal film berlangsung tidak terdapat prolog yang jelas yang mungkin sedikit memberi gambaran kepada penonton agar tidak menimbulkan penafsiran lain. Selain dalam hal alur, sebuah film hendaknya pasti didukung oleh beberapa tokoh baik tokoh utama maupun tokoh sampingan. Meskipun tokoh figuran tidak mendapat sorotan utama dalam sebuah film tetap saja peran figuran sangat mendukung jalannya film. Dalam film pendek Indonesia Masih Subuh tampak beberapa akting para figuran yang kurang begitu menarik atau bisa disebut kurang menjiwai dan tidak sesuai dengan ekspresi serta keadaan. Tidak menjadi sorotan utama bukan berarti juga tidak diperhatikan.
Membahas mengenai tokoh figuran, dalam hal ini juga terdapat hal – hal yang berkaitan dengan tokoh utama. Seperti yang kita semua ketahui, bahwa seorang anak laki – laki menjadi tokoh utama Indonesia Masih Subuh. Anak tersebut memerankan tokoh dalam film dengan sangat ekspresif dan mampu membangkitkan emosi para penonton walaupun sedikit kekuarangan dalam hal akting. Meskipun tidak begitu nampak jelas namun hal tersebut dapat mengganggu cara pandang penonton akan tokoh utama. Akan tetapi, tokoh anak laki – laki tersebut mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi cukup meyakinkan akan perannya yang tampil secara natural.
Keindahan film ini sudah menyajikan gambar – gambar latar yang cantik yang sesuai dengan keadaan yang terjadi dalam film layaknya kejadian sesungguhnya. Bagaimana sudut kota terlihat tampak lebih menarik dari yang dapat dibayangkan oleh penonton. Dari dukungan latar  film ini dapat menyatu dengan suasana sedih, galau, bimbang dan ceria sekalipun. Memberikan gambaran sisi lain dari sebuah kota nampak mendukung suasana latar film.
Pengambilan gambar yang kurang pas menyebabkan fokus kamera menjadi kurang jelas. Hal ini dapat membuat penonton menjadi kurang nyaman dalam menyaksikan film tersebut meskipun alur ceritanya menarik.
Sebuah film tentunya didukung dengan adanya properti untuk mendukung jalannya sebuah film. Ada beberapa properti yang digunakan dalam film “Indonesia Masih Subuh” yang terkesan kurang tepat.
Kesimpulan
Dari banyak hal yang disampaikan film melalui plot – plot, dapat disimpulkan bahwa Indonesia Masih Subuh memungkinkan kita membahas tentang seberapa besarkah cinta kita dan rasa peduli kita terhadap keadaan Indonesia yang sekarang ini berkaitan dengan keadaan sosial ekonomi serta nasionalisme seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, film ini menawarkan keadaan nyata bahwa seorang anak meskipun dengan keterbatasannya tetap mampu menunjukkan rasa cinta, rasa peduli serta nasionalisme yang tinggi terhadap Indonesia. Mempunyai mimpi dan harapan yang besar untuk Bangsa Indonesia melalui kesempatan kecil yang ia miliki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar