Kamis, 18 Juni 2015

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan diikuti dengan Perubahan Iklim
Penyebab Dari Rumah
Boros listrik
Untuk hemat dalam penggunaan listrik bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar orang. Akibatnya, hal ini sebagai penyumbang pemanasan global terjadi.
Halaman rumah tanpa pepohonan
Tumbuhan hijau bisa membuat udara menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di simpulkan bahwa tumbuhan bisa mengatasi suhu panas yang tinggi.
Model rumah kaca
Rumah kaca memantulkan cahaya ke udara, bukan menyerap sinar matahari. Jika satu dua saja maka tidak terlalu berdampak. Namun yang terjadi bukan saja rumah, gedung pencakar langit pun memakai konsep bangunan kaca.
Penyebab Dari Lingkungan
Bahan bakar kendaraan
Bahan bakar dari kendaraan selain mengganggu kesehatan, juga bisa memberikan bertambahnya pemasanasan global dari polusi udara yang dihasilkan.
Polusi dari industri pabrik
Wajar jika kita mendapatkan rasa panasnya bumi karena banyak polusi asap dari pabrik industri. Ini memang dilema, di satu sisi untuk kepentingan rakyat, tapi di sisi lain mengorbankan eksistensi bumi.
Pembakaran hutan
Sumber mengatakan bahwa sekitar 50% pemanasan global disebabkan oleh CO2, di mana emisi CO2 disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan kerusakan hutan. Hutan banyak fungsi, di samping bisa mencegah terjadinya banjir, hutan juga bisa mereduksi suhu panas bumi yang cendrung meningkat. Tapi hutan menjadi kehilangan fungsinya apabila dirusak.
Penyebab Dari Alam

Usia bumi yang sudah tua
Planet bumi yang sudah  mencapai usia 4,6 miliar tahun menjadi penyebab juga. Artinya sudah sangat tua. Ibarat manusia jika sudah tua, pasti banyak penyakit yang mudah menyerang.
Bocornya lapisan ozon
Sinar matahai yang memancar ke bumi tidak langsung sampai ke bumi, karena ada lapisan ozon yang melakukan filter terlebih dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang masih normal. Yang terjadi sekarang ini adalah lapisan ozon sudah menipis.
Penyebab Dari Kebijakan Pemerintah
Minimnya ruang terbuka hijau
Upaya pemerintah di setiap daerah sangat minim untuk membangun ruang terbuka hijau. Hal ini bisa di lihat dengan susah sekali kita menemukannya.
Jumlah kendaraan terus bertambah
Yang terjadi saat ini adalah jumlah kendaraan bermotor bertambah, namun tidak dibarengi dengan infrastruktur jalan, sehingga bukan hanya polusi udara yang berdampak kepada pemanasan global terjadi, kemacetan pun selalu menghiasi jalan.
Dampak Pemanasan Global
Iklim mulai tidak stabil
Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian utara dari belahan bumi utara akan memanas lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di bumi.
Peningkatan permukaan laut
Ketika atmosfer menghangat, air pada permukaan lautan juga menghangat. Hal ini berarti volume air di lautan membesar karena pemuaian sehingga menaikkan tinggi permukaan laut.
Pertanian
Orang mungkin beranggapan bahwa bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumya, tetapi hal ini tidak sama di beberapa tempat.
Kehidupan hewan dan tumbuhan liar
Akibat pemanasan global hewan cenderung untuk beremigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan untuk mencari wilayah yang lebih dingin. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat.
Gaya Hidup yang Bertentangan dengan Usaha Untuk Mengurangi Pemanasan Global
  1. Perilaku masyarakat yang tidak memikirkan nasib bumi
  2. Masih banyak terjadi tanah longsor serta banjir, tentu kedua peristiwa alam tersebut terjadi bukan tanpa alasan melainkan karena ulah manusia itu sendiri
  3. Sebagai masyarakat yang tinggal di era modern sudah barang tentu kita tidak jauh dari barang-barang elektronik canggih
  4. Kita sering kali mengabaikan TV atau lampu yang menyala padahal kita tidak sedang menggunakannya
  5. Pernah melihat bagaimana macetnya Jakarta? Jika pernah, itu adalah salah satu contoh nyata masyarakat kota yang kurang peduli terhadap lingkungan
  6. Rumah yang tanpa pekarangan/pepohonan
  7. Minimnya ruang terbuka serta maraknya Illegal logging
Kesepakatan- Kesepakatan Mengenai Pemanasan Global
  Clean Development Mechanisms (CDM)
Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk menggandakan batas ukuran proyek penghutanan kembali menjadi 16 kiloton CO2 per tahun. Peningkatan ini akan mengembangkan angka dan jangkauan wilayah negara CDM ke negara yang sebelumnya tak bisa ikut mengimplementasikan mekanisme pengurangan emisi CO2 ini.
  Kesepakatan - Kesepakatan Negara Miskin
Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk memperpanjang mandate Least Developed Countries Expert Group. Grup ini akan menyediakan saran kritis bagi negara miskin dalam menentukan kebutuhan adaptasi. Hal tersebut didasari fakta bahwa negara-negara miskin memiliki kapasitas adaptasi yang rendah.
  Reducing emissions from deforestation in developing countries
Emisi karbon yang disebabkan deforestasi hutan merupakan isu utama di Bali. Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk menyusun sebuah program REDD dan menurunkan hingga tahapan metodologi. REDD akan memfokuskan diri kepada penilaian perubahan cakupan hutan dan kaitannya dengan emisi gas rumah kaca, metode pengurangan emisi dari deforestasi, dan perkiraan jumlah pengurangan emisi dari deforestasi. Deforestasi dianggap sebagai komponen penting dalam perubahan iklim sampai 2012.
  COP DAN UNFCCC
Conference of the Parties atau Konferensi Para Pihak adalah otoritas tertinggi dalam kerangka kerja PBB tentang Konvensi Perubahan Iklim. United Nation Framework Convention on Climate Change, yang merupakan asosiasi para pihak dalam meratifikasi konvensi yang bertanggung jawab menjaga konsistensi upaya international dalam mencapai tujuan utama konvensi yang mulai ditanda tangani pada bulan Juni 1992 di Rio De Jeneiro – Brazil dalam KTT Bumi.
  Protokol Kyoto
Protokol Kyoto dari Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Perubahan Iklim (Kyoto Protocol to The United Nations Framework Convention on Climate Change) adalah kesepakatan yang mengatur upaya penurunan emisi GRK oleh Negara maju, secara individu atau bersama-sama. Protokol ini disepakati pada Konferensi Para Pihak Ketiga (COP III) yang diselenggarakan di Kyoto pada Desember 1997.
  Protokol Montreal
Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini berlaku sejak 1 Januari 1989. Traktat ini difokuskan pada beberapa kelompok senyawa hidrokarbon, halogen, yang diyakini memainkan peran penting dalam penipisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar