Minggu, 26 Januari 2014

Asal Nama Bulan Masehi


Selama ini kita mengenal ada 2 macam bentuk penanggalan yaitu penanggalan hijiriyah dan masehi. Kalender hijiriyah adalah kalender yang mengacu pada perputaran bulan. Sedangkan kalender masehi mengacu pada perputaran matahari.
Tapi ternyata penanggalan tahun masehi yang dipakai saat ini berasal dari perhitungan astrologi Mesopotamia yang dikembangkan astronom-astronom para penyembah dewa bangsa Romawi. Nama-nama bulan yang berlaku saat ini pun berasal dari nama dewa dan tokoh-tokoh pencetus penanggalan kalender masehi.

Awalnya penghitungan hari orang Romawi hanya terbagi dalam 10 bulan, tanpa Januari dan Februari. Sama seperti pemberian nama hari, pemberian nama bulan pada tarikh yang kemudian menjadi penghitungan hari masehi ada kaitannya dengan dewa bangsa Romawi. Sebut saja bulan Martius (Maret) mengambil nama Dewa Mars, bulan Maius (Mei) mengambil nama Dewa Maia dan bulan Junius (Juni) mengambil nama Dewa Juno.
Adapun nama-nama Quintrilis, Sextrilis, September, October, November, dan December diambil berdasarkan angka urutan susunan bulan. Quintrilis berarti bulan kelima, Sextrilis bulan keenam, September bulan ketujuh, October bulan kedelapan, November bulan kesembilan, dan December bulan kesepuluh.
Aprilis diambil dari kata “aperiri”, sebutan untuk cuaca nyaman dalam musim semi. Nah, jika dilihat dari nama-nama tersebut bisa diambil simpulan bahwa di zaman dahulu permulaan penanggalan masehi jatuh pada Maret.
Lalu mengapa dari 10 bulan itu bertambah jadi 12 bulan? Nah, Januarius muncul dari nama Dewa Janus. Dewa yang berwajah 2, menghadap ke muka dan ke belakang itu dianggap bisa memandang masa lalu dan masa depan. Itu sebabnya nama dewa itu ditetapkan sebagai bulan pertama dan diberi nama Januarius.
Sedangkan Februarius diambil dari upacara Februa, semacam upacara bersih kampung/ruwatan untuk menyambut kedatangan musim semi. Maka itu Februarius dijadikan bulan kedua sebagai bentuk persiapan sebelum musim semi datang pada bulan Maret.
Jadi, secara keseluruhan susunan nama bulan saat itu menjadi: Januarius, Februarius, Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintrilis, Sextrilis, September, October, November, dan December. Tapi tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintrlis dengan namanya, yaitu Julius/Juli. Sedangkan nama bulan Sextrilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Agustus, menjadi bulan Agustus.

Yap, Julius Caesar bisa dibilang merupakan tokoh kunci munculnya penanggalan masehi. Raja Romawi itulah yang melakukan beberapa perubahan perhitungan hari dan mengeluarkan maklumat penting yang berpengaruh luas hingga kini yakni penggunaan sistem matahari dalam sistem penanggalan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar