Minggu, 05 Januari 2014

Tari Barong dan Keris

Tarian Barong dan Keris adalah suatu Taian yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan. Barong adalah makhluk mitologi yang mewakili kebaikan dan makhluk yang menggambarkan kejahatan adalah Rangda.
Gending Pembukaan
Barong ditemani seekor kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian datanglah 3 orang bertopeng yang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Si kera pun tidak senang dengan kehadiran mereka dan akhirnya berkelahi dengan mereka dan berhasil memotong hidung salah satu dari mereka.
Babak Pertama
Muncullah 2 orang penari, mereka ini adalah pengikut setia dari Rangda yang sedang mencari para pengikut Dewi Kunti di mana mereka sedang dalam perjalanan untuk menemui Sang Patih.
Babak Kedua
Begitu pengikut Dewi Kunti ini tiba di tujuan mereka, salah satu dari pengikut Rangda berubah wujud menyerupai bentuk Rangda dan memasukkan roh jahat kepada para pengikut Dewi Kunti menyebabkan mereka menjadi kerasukan dan lupa ingatan sebelum mereka berhasil bertemu Sang Patih. Tidak sadar akan perubahan yang dialami oleh para pengikut Dewi Kunti, Sang Patih bersama-sama dengan mereka menghadap Dewi Kunti.
Babak Ketiga
Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak rela mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi dengan ilmu sakti yang dimiliki Rangda dengan para bujukan para pengikut Dewi Kunti yang sudah kerasukan oleh roh jahat, Rangda bisa mempengaruhi pikiran dan akal sehat Dewi Kunti sehingga Dewi Kunti tiba-tiba marah dan menjadi sangat benci kepada anaknya Sahadewa. Dewi Kunti memberikan perintah kepada Sang Patih untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Sang Patih tidak membantah karena dirinya pun sudah dipengaruhi oleh ilmu jahat Rangda.
Babak Keempat
Sahadewa diikat di bawah pohon besar di dalam hutan dan ditinggal sendirian. Tiba-tiba turunlah Bathara Siwa dari kahyangan. Merasa iba akan kondisi Sahadewa, Bathara Siwa pun menganugerahkan ilmu kesaktian dan kekebalan pada diri Sahadewa. Rangda yang kemudian datang untuk mencabut nyawa Sahadewa tidak sadar akan anugerah yang diberikan oleh Bathara Siwa berusaha mengoyak-oyak, mencabik, dan membunuh Sahadewa tetapi tidak berhasil. Putus asa karena tidak berhasil membunuh Sahadewa, Rangda pun menyerah dan memohon ampun kepada Sahadewa dengan demikian Rangda bisa menebus dosa-dosanya. Permintaan ini dipenuhi Sahadewa dan Rangda pun mendapat pengampunan.
Babak Kelima
Kalika adalah murid Rangda yang paling sakti ilmunya. Kalika bermaksud mengahadap Sahadewa untuk memohon pengampunan sebagaimana Rangda dulu memohon kepada Sahadewa. Tetapi Sahadewa menolak permintaan ini sehingga murkalah Kalika dan mengajak Sahadewa untuk berduel. Dalam pertempuran ini Kalika beberapa kali mengubah wujud dirinya pertama menjadi babi hutan tetapi berhasil dikalahkan oleh Sahadewa. Kalika berubah lagi menjadi burung gagak yang besar tetapi dapat pula dikalahkan oleh Sahadewa. Terakhir Kalika berubah mengambil perwujudan Rangda. Karena saktinya Rangda ini Sahadewa menjadi kewalahan melawannya. Berusaha untuk memenangi pertempuran, Sahadewa berubah wujud menjadi Barong. Mereka terus bertempur sampai ada yang kalah, tetapi sama saktinya tidak ada yang menang ataupun kalah sehingga pertarungan ini pun menjadi abadi dan di mana ada kejahatan di situ pula akan ada kebaikan yang akan terus bertempur melawan kejahatan.
Penutup

Muncullah para pengikut Barong dengan membawa keris bermaksud untuk menolong Barong. Tetapi dengan ilmu saktinya, Kalika yang berwujud Rangda berhasil membuat roh jahat mengusai tubuh pengikut Barong sehingga mereka berbalik berusaha menikam diri mereka sendiri dengan keris. Barong dengan ilmu kebaikannya menolong mereka dari kerasukan roh jahat dan berhasil mengusir roh jahat dari tubuh mereka. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar