Kamis, 03 Juli 2014

Annelida






Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies modern , antara lain  cacing tanah ,pacet dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Annelida ada juga yang bersifat ekoparasit dengan cara menempel di tubuh hewan veterbrata dan manusia.
Ciri-Ciri Annelida
a)      Hewan triploblastik selomata.
b)     Tubuhnya bertipe simetri bilateral.
c)      Permukaan tubuhnya tertutup oleh kutikula.
d)     System pencernaan makanan sempurna.
e)      System ekskresi terdiri atas nefridium.
f)       System peredaran darah tertutup.
g)     Otak berupa sepasang ganglion kepala.
h)     Pernapasan berlangsung melalui kulit.
i)        Reproduksi seksual dengan pembuahan silang secara internal oleh Annelida hermafrodit. Reproduksi aseksual oleh Annelida gonokoris dilakukan melalui pembelahan tubuh.
 Klasifikasi Phylum Annellida
            Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas :
a)      Kelas Chaetopoda.
Kelas Chaetopoda, merupakan cacing annelida yang hidup di laut, air tawar dan di darat, dengan ruas-ruas tubuh yang kelihatan nyata, mempunyai sekat-sekat antara, bulu kaku dan sebuah rongga tubuh. Kelas Chaetopoda memiliki 2 ordo yaitu :
a)      Polychaeta
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Pada setiap ruas tubuh terdapat sepasang parapodium.
Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Parapodium adalah alat gerak dan alat pernapasan karena mengandung pembuluh darah yang halus. Ciri-ciri Polychaeta yaitu :
a)      Tubuh memanjang dan bersegmen
b)     Tiap segmen mempunyai parapodia semacam kaki yang bentuknya seperti dayung
c)      Tiap parapodia mempunyai seta, kecuali segmen terakhir
d)     Warna tubuh menarik
e)      Respirasi dengan insang
f)       Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna, disebut prostomium. Pada kepala  terdapat mata, antena, sepasang palpus dan mulut di bagian ventral.
g)     Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium. Ruas terakhir ataupigidium mengandung anus.
h)     Habitat: bahari di lautan, hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut.
Cacing ini terkenal sebagai cacing pendiam. Sistem digesti dimulai dari faring ke esophagus, dan terus ke usus (ventrikulo-intestinum). Ke dalam esophagus itu bermuara dua kantong kelenjar usus berkontraksi secara teratur.
Sistem respirasi dan sirkulasi berlangsung melalui kulit, terutama di parapodia. Darahnya mengandung pigmen merah (hemoglobin), mengalir dalam pembuluh-pembuluh kontraktil yang disebut pembuluh-pembuluh longitudinal dorsal. Darah dalam pembuluh-pembuluh ini mengalir ke anterior, sedangkan darah dalam pembuluh-pembuluh longitudinal ventral mengalir ke posterior.
Sistem ekskresi dalam tiap segmen, kecuali yang terakhir dan yang pertama, terdapat sepasang nefridium untuk membersihkan segmen di sebelah anterior dari segmen tempat nefridium terdapat.
Sistem saraf terdapat ganglion serebral atau ganglion suprasofageas, dapat juga disebut otak yang terletak di sebelah dorsal kepala. Ganglion suprasofegeal itu dihubungkan dengan ganglion subesofageal oleh 2 buah saraf sirkumesofageal. Dari ganglion subesofageal itu mengalir ke belakang saraf ventral. Dalam tiap metamer (segmen), batang saraf ventral itu membuat tonjolan sebagai segmen ganglion. Batang  saraf ventral bercabang-cabang lateral. 
Sistem reproduksi, di mana Nereis ini bersifat diesis. Testis atau ovarium terbentuk pada dinding selom, dan tersusun segmental (beberapa atau banyak segmen). Gamet tua keluar dengan paksa melalui dinding tubuh. Luka pada dinding akibat keluarnya gamet itu segera tertutup kembali. Fertilisasi terjadi di dalam air dan zigot tumbuh menjadi trokofor. Klasifikasi dari Polychaeta yaitu :
§  Kigdom    : Animalia
§  Phylum     : Chaetopoda
§  Ordo         : Polycheta
§  Familia     : Nereidae
§  Genus       : Nereis
§  Spesies     : Nereis vireis





b)      Oligochaeta
               Oligochaeta (dalam bahasa Yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan Annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.
               Contoh  dari Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah. Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani). Cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit seta yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan seta. Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara.  Cacing tanah mempunyai bentuk tubuh memanjang, gilig, dengan segmentasi nampak jelas dari luar sebagai lipatan-lipatan kutikula.  Cacing ini memakan organisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah. Ciri-cirinya yaitu :
a)      Kepala tereduksi
b)     Tidak mempunyai parapodia
c)      Memiliki setae
d)     Memiliki klitelium pada segmen ke XIII-XVII, Klitelium ini berfungsi untuk menyekresikan kokon yang digunakan untuk melindungi atau sebagai kulit telur dari cacing tanah.
      Oligochaeta dibedakan menjadi dua macam, yaitu mikrodrile dan megadrile. Mikrodrile merupakan spesies yang hidup di air, berukuran 1- 30 mm, berdinding tubuh tipis, dan agak transparan. Megadrile merupakan spesies yang hidup di darat, berdinding tubuh tebal, pada umumnya memiliki panjang tubuh 5-30 cm dan ada yang mencapai 3 meter.
      Oligochaeta bersifat hermafrodit, tetapi melakukan perkawinan silang. Oligochaeta memiliki klitelum, yaitu ruas-ruas reproduktif yang berdinding tebal. Pada klitelum terdapat banyak sel kelenjar yang menghasilkan lendir untuk perkawinan, juga bahan untuk membuat dinding kokon dan albumin untuk melekatkan telur dalam kokon.
      Perkawinan terjadi antara dua individu dengan saling bertukar sperma. Setelah melakukan perkawinan, klitelum menghasilkan lendir yang menyelubungi ruas-ruas anterior dan dinding kokon. Telur keluar dari gonopori betina ke dinding kokon. Dinding kokon yang mengandung telur kemudian meluncur ke muara spermateka untuk mendapatkan sperma hasil pertukaran sebelumnya. Pembuahan terjadi di lapisan albumin dinding kokon. Di dalam dinding kokon , embrio berkembang hingga menetas dan keluarlah cacing dari kokon.  Klasifikasi dari Oligochaeta yaitu :
§  Kingdom              : Animalia
§  Phylum                 : Annelida
§  Classis                  : Chaetopoda
§  Ordo                     : Oligochaeta
§  Familia                 : Lumbricidae
§  Genus                   : Lumbricus
§  Species                 : Lumbricus terrestris


b)      Kelas Archiannelida.
Kelas Archiannelida merupakan Annelida laut yang kecil tidak mempunyai seta, tidak mempunyai parapodia. Ruas-ruas tubuhnya tak dapat dibedakan dari luar. Prostomiumnya mempunyai sepasang tentakel.  Lubang  mulutnya terletak di bagian bawah dari ruas pertama dan lubang anusnya di ruas terakhir. Sepasang celah berbulu getar masing-masing di sisi prostomium. Rongga tubuh terbagi-bagi menjadi ruang-ruang oleh sekat-sekat. Alat-alat dalam diulang-ulang keberadaannya sehingga hampir setiap ruas memiliki rongga tubuh, otot longitudinal, sepasang nefridia, sepasang gonad, satu bagian dari saluran pencernaan dan bagian dari benang saraf ventral.
Anggota-anggota kelas ini hidup di laut, struktur tubuh masih sederhana. Bersifat diesis atau hermafrodit. Contoh spesiesnya adalah Polygordius sp. Di mana hewan ini hidup di sepanjang pantai, bentuknya menyerupai larva poliketa yang primitif atau sebagai poliketa yang telah mengalami degenerasi.
Alat-alat tubuh dalam seperti pada polikata umumnya, tetapi lebih sederhana. Selom dibagi ke dalam kompartemen-kompartemen, tiap kompartemen dilengkapi dengan sepasang nefridia. Sistem saraf terletak dalam epidermis. Perkembangbiakan Polygordius mencakup Larva berbentuk trokofor, somit-somit terbentuk di bagian posterior selama proses metamorfosis. Dewasanya tubuh melalui perpanjangan ujung anus. Perpanjangan menjadi beruas-ruas dan dengan pertumbuhan yang berkelanjutan akhirnya menjadi hewan dewasa.
c)     Kelas Hirudinea.
Hirudinea merupakan kelas Annelida yang jenisnya sedikit. Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.
Contoh  spesies Hirudinea parasit adalah Hirudo medicinalis (lintah). Lintah mencapai panjang 5-8 cm, pipih dorsoventral, dengan 26 metamer, tetapi dari luar nampak tiap metamer itu mempunyai 2-5 anulasi (cincin yang melingkari tubuh). Pada sebelah anterior terdapat sebuah penghisap oral, dan pada sebelah posterior ada lagi sebuah, kedua penghisap itu untuk menempel pada inang waktu menghisap darah. Mulut mempunyai 3 buah ranah dari kitin yang tersusun dalam segitiga. Tiap rahang tertutup dengan sersi (gigi-gigi kecil seperti pada gergaji). Segmen 9-11 berfungsi sebagai klitelium.
Pada Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Sebagian besar lintah  penghisap darah memiliki kelenjar ludah yang menghasilkan anti koagulan hirudin yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah mangsa, sehingga lintah dapat menghisap darah sebanyak mungkin.
Lintah bersifat hermafrodit dan melakukan perkawinan silang untuk saling bertukar sperma. Kokon diletakkan pada substrat  dan sedikit dibenamkan dalam lumpur. Ada juga lintah yang mengerami telurnya. Setelah menetas anak-anak lintah akan menempel pada induknya untuk beberapa hari. Lintah dewasa berumur 3-5 tahun. Umur maksimal lintah dapat mencapai 15 tahun. Klasifikasi dari Hirudinea yaitu :
§  Kingdom        : Animalia
§  Phylum           : Annelida
§  Classis            : Hirudinea
§  Ordo               : Holoturoidea
§  Familia           : Hirudoaceae
§  Genus             : Hirudo
§  Species           : Hirudo medicinalis

Peranan dari Annelida
Merugikan :
a)      Pacet (Haemadipsa) dan lintah air (Hirudo medicinalis) menghisap darah hewan dan manusia.
b)     Polydora bisa mengebor cangkang tiram untuk membuat liang, sehingga menurunkan harga jual.
Menguntungkan :
a)      Cacing wawo (Lycidice sp) dan cacing palolo ( Eunice   viridis) dapat dimakan dan berprotein tinggi.
b)     Tubifex untuk makanan ikan dan burung.
c)      Cacing tanah Pheretima sp dan Lumbricus sp memakan detritus bahan organik dan menyuburkan tanah.
d)     Lintah (Hirudo medicinalis) sebagai pengobatan tradisional penghilang racun gigitan atau sengatan hewan.
e)      Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat anti koagulan atau zat anti pembekuan darah.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar