Kamis, 10 Juli 2014

Penanganan Limbah Padat


Limbah padat biasa disebut sebagai sampah yang meliputi sampah organik (dapat terurai secara alami) maupun anorganik (tidak dapat diuraikan secara alami).

I. Minimalisasi limbah padat

Kegiatan ini berpedoman pada penghematan penggunaan sumber daya alam yang dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :


  1. Reuse (memanfaatkan kembali barang bekas tanpa diproses terlebih dahulu)
  2. Replacement (mengganti sesuatu yang lebih hemat dan lebih aman)
  3. Refusal (menolak bahan yang membahayakan keseimbangan lingkungan dan keselamatan hidup organisme)
  4. Repair (memperbaiki yang kurang sesuai)
  5. Reconstruct (menyusun ulang struktur yang tidak sesuai)
  6. Redurability (memperpanjang umur suatu benda)
  7. Reduce (mengurangi limbah)
  8. Recycle (mendaur ulang limbah)
  9. Recovery (memperoleh kembali komponen-komponen yang bermanfaat melalui proses kimia, fisika, dan biologi)
II. Cara Penanganan Limbah Padat
Beberapa jenis limbah padat masih dapat dimanfaatkan, oleh karena itu, perlu dilakukan pemilahan sebelum diproses lebih lanjut. Berikut ialah cara pengolahan limbah padat :

Penimbunan tanah (landfill)
Tumpukan sampah dapat digunakan untuk menimbun tanah yang agak rendah dengan cara diratakan, dipadatkan, lalu ditimbun dengan tanah untuk mempercepat penguraian dan tidak menimbulkan bau.

Penimbunan limbah padat dengan tanah secara berlapis (sanitary landfill)
Penimbunan limbah padat dengan cara ini dilakukan secara terencana dan dilengkapi sistem pengaman agar tidak mencemari lingkungan. Dilakukan di area cekungan pembuangan sampah.

Pembakaran (incineration)
Pembakaran sampah akan menghasilkan abu, panas, dan asap. Sehingga lebih baik dilakukan di tempat yang jauh dari pemukiman. Sedangkan sampah yang tidak dapat musnah bila dibakar memerlukan alat pembakar sampah bertemperatur tinggi.

Penghancuran (pulverisation)
Sampah yang terkumpul dihancurkan dengan alat hingga menjadi potongan-potongan kecil, kemudian dipakai untuk menimbun tanah yang rendah.

Pengomposan (compositing)
Sampah organik dibusukkan oleh bakteri hingga menjadi pupuk kompos.

Pemanfaatan sebagai makanan ternak (hog feeding)
Sisa sayuran, ampas tapioka, dan ampas tahu dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak.

1 komentar:

  1. artikelnya sangat bermanfaat, informasi yang disampaikan sangat jelas dan mudah di pahami. kebutulan kami pun membahas  Instalasi Pengolahan Air Limbah dan merupkan Konsultan Ipal . kunjungin web kami disini

    BalasHapus