Rabu, 02 Juli 2014

Chordata


Chordata berasal dari bahasa Yunani (chordata = tali). Jadi, Chordata berarti hewan yang mempunyai chorda (tali) di bagian punggung.
Ciri-Ciri Chordata
       Triploblastik selomata
       Tubuh bersegmen
       Sistem tubuh sudah berkembang sempurna
       Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
       Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
       Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
       Memiliki celah faring

Bagan Sistematika Filum Chordata
Klasifikasi Chordata
Berdasarkan ada tidaknya kranium (tengkorak), Chordata dibagi menjadi :
  1. Acraniata (tidak berkranium)
Acraniata dibagi menjadi 3 subfilum:
  1. Hemichordata
Hemichordata (hemi = setengah, chorda = batang, Hemichordata = chordata yang berpenyokong tubuh kecil). Hemichordata merupakan hewan chordata dengan tingkatan yang paling sederhana
Ciri-Ciri :
       Bentuk tubuh seperti cacing, ujung depan terdapat belalai (proboscis) yang berfungsi untuk melubangi tanah. Tubuh terdiri atas belalai, leher dan badan
       Notochord hanya ditemukan di bagian depan (anterior)
       Habitat di laut, dan bernapas dengan insang Contoh hemicho
Contoh : Saccoglossus sp.




B. Urochordata (Tunica)
Urochordata berasal dari bahasa latin (Uro = ekor, chorda = batang penyokong tubuh dalam). Urochordata umumnya di sebut Tunicata (Tunicate =  mantel).
Ciri-Ciri :
       Tubuh pendek dan tebal
       Hidup di laut
       Notochord menghilang saat perkembangan
       Sistem reproduksi secara seksual dengan kelamin hermafrodit
       Reproduksi aseksual dengan tunas (budding)
Contoh : Molgula sp.
Tunicata dibagi menjadi 3 kelas:
a)      Ascidiacea, contoh: Ascidia sp.
b)     Thalliasea, dibagi menjadi 3 ordo:
  1.  Pyrosomid, contoh : Pyrosoma sp.
  2.  Doliolida, contoh :  Dolioda denticulatum
  3.  Salpida, contoh  Salpa sp.
c)      Larvaceae (Appendicularia), contoh: Appendicularia sp. , Oikopleura sp.






C. Cephalochordata
Cephalopoda berasal dari bahasa Yunani (chephalo = kepala dan podos = kaki). Jadi, Cephalopoda adalah mollusca berkaki di kepala atau kepalanya dilingkari oleh kaki-kaki yang termodifikasi menjadi tentakel-tentakel. Umumnya memiliki kantung tinta, kecuali nautilus, yang menghasilkan cairan tinta hitam yang akan disemburkan dalam keadaan bahaya untuk menghindar dari musuhnya. Chalopoda bernapas dengan insang dan memiliki organ indra serta sistem saraf yang berkembang baik.
Ciri-Ciri :
       Bentuk tubuh seperti ikan tanpa sirip, pipih dan memanjang
       Hidup di laut
       Notocord berkembang biak
       Sistem reproduksi secara seksual, fertilisasi eksternal
Contoh : Amphioxus sp.


2.       Craniata (Berkranium)
A.      Vertebrata
Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang yang memanjang padda bagian dorsal, yaitu dari kepala hingga ekor.
Ciri-ciri :
1.       Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
2.       Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
3.       Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
4.       Memiliki celah faring
5.       Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan dan ekor (tidak semua)
6.       Kulit terdiri atas epidermis dan dermis, menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn/zat tanduk (plastron dan karapax pada penyu)
7.       Endoskeleton tersusun dari tulang sejati atau tulang rawan (khusus Chondrichtyes)
8.       Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun pada hewan darat terdapat pada tingkat emberio.
9.       Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak/alat gerak aktif
Berdasarkan alat geraknya, vertebrata dibagi menjadi 2:
1)      Pisces
Ciri-Ciri :
       Tubuh mempunyai sisik dan dilengkapi alat gerak berupa sirip, serta ekor untuk membantu berenang dan keseimbangan tubuh
       Mempunyai kulit bersisik yang licin karena berlendir. Lendir membantu gerakan dalam air
       Memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air
       Mempunyai gelembung renang, memudahkan naik turun dalam air
       Poikiloterm (hewan berdarah dingin)
       Mengalami fertilisasi eksternal di dalam air

Pisces dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu :
A.      Kelas Agnatha
Agnatha berasal dari bahasa Yunani (an = tidak, gnathos = rahang). Merupakan ikan primitif belum punya rahang. Meski hidup di air, agnatha tidak dapat dikatakan sebagai ikan secara biologi karena tidak berahang, siripnya tidak berpasangan,dan rangka tubuhnya tersusun dari tulang rawan. Bentuknya mirip seperti belut yang memiliki mulut pengisap bundar.
Ciri-ciri :
1.       Mulut tanpa rahang (bentuk bulat)
2.       Tubuh gilig/silindris
3.       Tubuh halus tanpa sisik
4.       Rangka tubuh dari tulang rawan
5.       Tidak memiliki sirip yang berpasangan
6.       Cekung hidung hanya satu, terdapat pada bagian medial
7.       Insang terletak dalam kantong insang dengan celah insang di sisi lateral tubuh.
Agnatha terdiri atas 2 subkelas :
1.       Ostacroderma (sudah punah)
Memiliki ciri- ciri  :
a.       Tubuh kecil dan pipih
b.      Kulit diliputi sisik tulang dan sering sebagai cangkok
c.       Tulang kepala bertulang keras dan rawan
d.      Lubang hidung 2
2.       Cyclostomata

Terdiri atas 2 ordo yaitu :

a.       Myximiformes, ciri :

- mulut di tepi moncong dilengkapi dengan 4 pasang tentakel
- terdapat beberapa gigi
- kantong hidung dekat ujung kepala
- kantong insang ada 9-10 pasang
- langsung menyerupai binatang dewasa ketika menetas.
Contohnya : myxinglutinosa

b.      Petromyzontiformes, ciri :

- mulut berbentuk bulat terdapat gigi yang menyerupai parut
- celah insang hanya 7 pasang
Contohnya : petromyzon marinus (lamprey).


A.      Kelas Chondrichtyes
Chondrichthyes berasal dari bahasa Yunani (chondros = tulang rawan, inchthyes = ikan) atau ikan bertulang rawan merupakan vertebrata hidup tingkat terendah dengan tulang belakang yang lengkap dan terpisah, rahang dapat digerakkan, serta embelan berpasangan. Semua merupakan predator, dan hampir semua merupakan penghuni lautan. Kelompok ini berasal dari jaman Silur dan dipresentasikan oleh banyak sisa-sisa fosil, terutama gigi, duri sirip dan sisik. Ciri-ciri :
1.       Rangka dari tulang rawan
2.       Mulut berahang kuat dan terletak di bawah mulut
3.       Bernapas dengan insang
4.       Memiliki indra yang berkembang dengan baik
5.       Fertilisasi secara internal, bersifat ovipar/ovovivipar
6.       Habitat di dasar laut.
Contoh : Ikan pari (Makararaja sp.), ikan hiu (Squalus sp.), dan Chimaera sp.


A.      Kelas Osteichthyes
Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani (osteon = tulang, ichthys = ikan) disebut juga disebut ikan bertulang, adalah kelompok taksonomi ikan yang bertulang. Sebagian besar ikan osteichthyes, merupakan kelompok yang sangat beragam dan berlimpah terdiri atas lebih dari 29.000 spesies yang merupakan kelas terbesar vertebrata. Memiliki ciri-ciri :
1.       Memiliki rangka yang tersusun dari tulang sejati dan memiliki penutup insang atau operkulum sehingga celah insang tidak tampak
2.       Berkembang biak dengan cara bertelur
3.       Fertilisasi secara eksternal
4.       Ada yang berhabitat di air tawar dan ada yang di laut
Contoh: Ikan mas koki (Carrasius auratus), ikan arwana (Osteoglossum bicirrhosum), dan kuda laut (Hippocampus sp.)



Peranan Pisces
1.       Digunakan untuk kedokteran sebagai penguat denyut jantung
2.       Untuk tes kehamilan
3.       Keperluan praktikum zoologi bagi siswa dan mahasiswa
4.       Membantu membinasakan nyamuk
5.       Untuk dikonsumsi
6.       Sebagai natural biological control
2.       Tetrapoda
Tetrapoda (Yunani, tetrapoda = berkaki empat) adalah hewan vertebrata yang berkaki empat, kaki atau seperti kaki. Tetrapoda awal berasal dari Sarcopterygii atau ikan bersirip lobus. Tetrapoda dibagi menjadi 4 kelas :
A.      Amphibia
Amphibia berasal dari bahasa Yunani (amphi = kedua, bios = hidup) didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Memiliki ciri-ciri :
1.       Hidup di dua alam, kulit selalu basah (berlendir) tidak bersisik
2.       Alat pernapasan larva dengan insang , saat dewasa dengan paru paru
3.       Bersifat poikiloterm, artinya suhu tubuh di pengaruhi oleh keadaan  di sekelilingnya 
4.       Bersifat ovipar dengan fertilisasi eksternal .
5.       Mengalami metamorfosis
Amphibia dikelompokkan dalam 3 ordo, yaitu :
1)      Urodella (berekor dan berkaki), contoh : salamander berlendir (Plethodon glutinosus)
2)      Anura (tidak berekor), contoh : katak pohon (Hyla caerulea)
3)      Apoda (tidak berkaki), contoh : salamander cacing (Ichthyophis glutinosus)




Peranan amfibi dalam kehidupan manusia.
Dalam rantai makanan, peranan amfibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. Amfibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lain, misalnya ular atau burung. Sebagian orang menjadikan amfibi (misalnya, katak hijau) sebagian makanan untuk memperoleh asupan protein.
A.      Reptilia
Reptilia berasal dari bahasa Latin (repto = melata) merupakan kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia hidup di darat, perairan tawar, rawa-rawa, dan laut, namun Reptilia cenderung beradaptasi dengan kehidupan di darat.
Ciri-ciri :
1.       Mempunyai dua pasang tungkai dan berjalan dengan melata
2.       Kulit kering bersisik 
3.       Pernapasan dengan paru paru 
4.       Bersifat poikiloterm
5.       Ovipar atau ovovivipar dan fertilisasi internal 
Reptilia terbagi atas 4 ordo :
1.       Testudinata (bangsa kura-kura), contoh : penyu hijau (Chelonia mydas)
2.       Squamata (bangsa kadal dan ular), contoh : cicak rumah (Hemidactylus frenatus), tokek (Gekko gecko)
3.       Loricata (bangsa aligator dan buaya), contoh : Alligator sinensis
4.       Rhynchocephala (reptilia primitif), contoh : tuatara (Sphenodon punctatus)




Peranan Reptilia
1.       Sebagai predator alami, contohnya ular memakan tikus, bengkarung memakan serangga.
2.       Sebagai bahan pangan, contohnya daging ular, daging kura-kura, dan telur penyu.
3.       Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan.
4.       Beberapa reptilia juga merugikan, misalnya ular memangsa hewan ternak dan ular berbisa dapat membunuh manusia.
5.       Banyak jenis kadal dan ular yang menguntungkan manusia karena memakan serangga dan rodentia. Kulit buaya, ular, dan biawak serta penyu yang diperdagangkan sebagai bahan baku pembuatan tas, sepatu dll. Bagi sebagian orang daging ular di jadikan makanan karena dipercaya memiliki khasiat sebagai obat. Bisa ular juga sebagai penawar gigitan ular.  
A.      Aves
Aves adalah vertebrata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berasal dari epidermal yang dapat terbang, karena mempunyai sayap  merupakan modifikasi anggota gerak anterior yang memiliki ciri-ciri :
1.       Tubuh tertutup bulu dan mempunyai sayap
2.       Bernapas dengan paru-paru dibantu dengan pundi-pundi udara
3.       Bersifat homoioterm
4.       Ovipar dengan fertilisasi internal
5.       Alat gerak berupa empat tungkai, dengan tungkai depan yang mengalami modifikasi menjadi sayap
Beberapa ordo aves telah punah, ordo yang masih ada antara lain :
1.       Palaeognathae, terdiri dari ordo ordo sebagai berikut
a.       Casuariiformes, contoh : kasuari
b.      Apterygiformes, contoh : kiwi
c.       Rheiforesmes,contoh : burung rea
d.      Stuthioniformes, contoh : burung unta
2.       Anseriformes (burung perenang) contoh : itik angsa
3.       Columbifores, contoh : merpati, perkutut
4.       Galliformes, contoh : ayam, merak, maleo 
5.       Passeriformes (burung penyanyi), contoh: burung kenai, burung jalak
6.       Apodoformes, contoh : walet, burung kolibri
7.       Coraciiformes, contoh : rangkong
8.       Ciconiiforemes , contoh : blekok, bangau jawa 
9.       Psittaciformes, contoh : kakatua dan betet
10.   Strigiformes, contoh : burung hantu
11.   Piciformes, contoh : burung pelatuk
12.   Gelliformes, contoh : burung merak
13.   Falconiformes, contoh : elang

Peranan Aves
1.       Daging dan telur menjadi sumber protein hewani.
2.       Telur ayam dan itik untuk ramuan obat – obatan atau bahan membuat kue.
3.       Sebagai bahan industri, contohnya shuttle cock untuk bulu tangkis dibuat dari bulu pluma , sedangkan selimut, bantal, kasur, dibuat dari bulu plumula (misal bulu itik, ayam, angsa).
4.       Membuka lapangan kerja misalnya  dengan beternak ayam, itik, angsa, merpati, parkit , walet.
5.       Burung dilatih dan dilombakan, contohnya merpati pos dapat mengantar surat, burung perkutut untuk lomba suara
6.       Untuk kesenangan, misalnya untuk dinikmati suaranya , keindahan bulu-bulunya, tingkah lakunya, dilatih menirukan suara manusia
7.       Sebagai predator alami.  Burung – burung pemakan insekta juga berperan dalam “pengendalian hayati alamiah”.
8.       Di bidang sains digunakan untuk bahan praktikum para siswa dan mahasiswa.
A.      Mammalia
Mammalia berasal dari bahasa Latin (mammae = susu) adalah kelas hewan vertebrata yang memiliki kelenjar susu pada betinanya. Mammalia memiliki ciri :
1.       Tubuh berambut dan mempunyai kelenjar susu (grandula mammae)
2.       Bernapas dengan paru paru
3.       Bersifat homoioterm 
4.       Pada umumnya vivipar dan fertilisasi terjadi di dalam tubuh betina
Beberapa ordo mamalia antara lain :
1.       Carnivora (mamalia pemakan daging), contoh : beruang, singa
2.       Rodentia (mamalia pengerat), contoh : tikus, marmut
3.       Monotremata (mamalia berparuh dan berkloaka), contoh : Ornithorhynchus anatius.
4.       Insectivora (mamalia pemakan insecta), contoh : tikus pohon, tikus celurut.
5.       Cetecea, contoh : paus, lumba-lumba.
6.       Lagomorpha, contoh : Nesolagus netscheri.
7.        Sirenia, contoh : sapi laut.
8.       Marsupialia (mamalia berkantung), contoh : kanguru, kuskus.
9.       Proboscidea (mamalia berprobosis), contoh : gajah
10.   Pholidota (mamalia bersisik, tidak bergigi), contoh : trenggiling
11.   Chiroptera (mamalia bersayap tangan), contoh : kelelawar
12.   Deroptera (mamalia bersayap kulit), contoh : Galeophitecus sp.
13.   Pinnipedia, contoh : anjing laut, singa laut
14.   Artiodactyla (mamalia berkuku gelap), digolongkan menjadi :
a.       Ruminanasia ( contoh : kerbau, domba)
b.      Nonoruminansia (contoh : kudanil).
15.   Periscodactyla (mamalia berjari ganjil), contoh : kuda.
16.   Primata, contoh : orang utan


Peranan Mammalia
Peranan Menguntungkan:
       Sebagai makanan dan minuman
       Sebagai Hewan Peliharaan (contoh : kelinci, anjing dan kucing)
       Sebagai Hiasan (contoh : ikan untuk penghias akuarium)
       Sebagai Obat (contoh : Kelelawar)
       Membantu polisi dalam penyelidikan kasus kriminalitas, misalnya anjing pelacak.
       Di bidang sains digunakan sebagai bahan praktikum dan penelitian bagi pelajar, misalnya kelinci dan tikus.
       Memberantas nyamuk, misalnya kelelawar dan mencit.
       Untuk kerajinan tangan dari tulang, tanduk, dan kulit.
Peranan merugikan:
       Memangsa ternak.
       Memakan buah-buahan.
       Menjadi perantara penyebaran berbagai penyakit.

Peranan Chordata
1.       Sebagai bahan makanan
2.       Bahan obat-obatan dan kesehatan
3.       Dapat dijadikan hama bagi pertanian
4.       Pengembangan teknologi
5.       Dapat dijadikan hobi dan rekreasi
6.       Sebagai bahan sandang




































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar