Kamis, 10 Juli 2014

Penanganan Limbah Cair

Terdapat 2 pendekatan yang dapat dilakukan dalam menanggulangi pencemaran air yaitu pendekatan nonteknis dan pendekatan teknis. Pendekatan nonteknis dilakukan dengan penerbitan aturan sebagai landasan hukum bagi pengelola badan air dan penghasil limbah, sosialisasi peraturan dan penyuluhan pada masyarakat. Sedangkan pendekatan teknis dilakukan dengan penyediaan atau pengadaan sarana dan prasarana penanganan limbah, mentoring, dan evaluasi.

I.        Sistem Penanganan Limbah Cair Domestik
Cubluk 


Berupa lubang yang diberi dinding tidak kedap air dan diberi tutup pada bagian atasnya. Limbah dari jamban langsung dialirkan ke dalam cubluk.

Tangki Septik Konvensional
Berupa bak kedap air yang dilengkapi dengan pipa ventilasi dan lubang kontrol. Biasanya terdapat di setiap rumah.

Tangki Septik Biofilter
Terdiri atas bak pengendap, ruangan yang berisi media filter (batu pecah, batu apung, ijuk, dan kerikil).

Instalasi Pengolahan Limbah Cair Domestik 

Biasanya dibangun untuk perkantoran, restoran, hotel, dan rumah sakit. Pengolahannya melalui tahapan penyaringan, pengendapan, proses biologis, dan pemekatan lumpur. 

II. Sistem Penanganan Limbah cair Industri

a. Penanganan sistem setempat
Industri membuat instalasi pengolahan limbah sendiri. Limbah yang dihasilkan diupayakan sesedikit mungkin dan dapat dimanfaatkan kembali.

b. Penanganan sistem terpusat
Sistem ini dikembangkan di daerah kawasan industri yang menghasilkan berbagai jenis limbah berbeda. Apabila limbah dari berbagai industri disatukan, maka akan menyulitkan proses pengolahan. Oleh karena itu, masing-masing industri harus melakukan pengolahan terlebih dahulu hingga memenuhi syarat sebelum memasuki jaringan air kotor  dan IPAL.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar