Minggu, 06 Juli 2014

Arthropoda

Arthropoda (Latin, arthros = ruas atau sendi, podos = kaki) adalah hewan yang memiliki kaki dan tubuh beruas-ruas atau berbuku-buku, triploblastik, dan selomata (berongga tubuh sejati).
Ciri-Ciri
  1. Ukuran dan bentuk tubuh Arthropoda
Ukuran bervariasi, ukuran kecil kurang dari 0,01 mm (misal tungau dan kutu) hingga yang berukuran lebih dari 3 m. Bentuk tubuh Arthropoda sangat bervariasi. Tubuhnya simetri bilateral dan dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar). Arthropoda memiliki anggota tubuh dengan struktur dan fungsi yang berbeda-beda, misal sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan atau berenang, capit untuk menangkap mangsa, alat kopulasi, alat untuk pertahanan tubuh, dan alat reseptor sensori.

          2.    Struktur dan fungsi tubuh Arthropoda
Tubuh bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi. Tiap segmen terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut).
Adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton).Eksoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit. Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat.
Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel dan lunak. Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru. Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau ekdisis. Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalnya kepiting, udang, dan laba-laba
Sistem saraf berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya. Pada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Arthropoda bernapas dengan insang, trakea, atau paru-paru buku. Sisa metabolisme berupa cairan dikeluarkan oleh saluran/tubula malpighi, kelenjar ekskresi, atau keduanya. Sistem sirkulasi Arthropoda bersifat terbuka. Terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa.
Reproduksi
Arthropoda bereproduksi secara seksual. Pada umumnya gonokoris atau alat kelamin terletak pada individu yang berbeda, namun ada pula yang hermafrodit. Reproduksi Arthropoda dapat terjadi melalui perkawinan (kopulasi) dan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui pembuahan, di mana sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma akan tumbuh menjadi individu jantan yang memiliki jumlah kromosom separuh dari individu betina.
Klasifikasi
       Berdasarkan bagian tubuh serta jumlah pasang kaki, Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas yaitu :
         1. Crustacea (udang udangan)
Banyak dikenal dengan sebutan udang. Tubuh terbagi atas 2 bagian pokok yaitu kepala – dada (cephalo – thorax), dan perut (abdomen). Setiap ruas tubuhnya mempunyai sepasang tonjolan kaki (appendix). Pada bagian Anteriornya terdapat 2 pasang antena, sepasang antena panjang dan lainnya pendek.
Merupakan hewan tingkat tinggi. Dapat dipisahkan antara jantan dan betina, jarang ditemukan yang hermafrodit.
Sistem Pencernaan berupa saluran dan kelenjar pencernaan / hati (terletak di kepala-dada di kedua sisi abdomen). Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui kelenjar hijau.
Sistem saraf berupa susunan sarafnya adalah tangga tali. Ganglion otaknya berhubungan dengan alat indera, seperti alat peraba yang berupa dua pasang antena, alat keseimbangan atau starocyst, dan alat pelihat yang berupa dua mata bertangkai.
Sistem respirasi Crustacea bernapas dengan menggunakan insang, yang terletak di bagian lateral kiri kanan karapas, sehingga mudah berkontak dengan air di sekitarnya
Klasifikasi Crustacea
1.     Entomostraca : udang karang rendah (kopepoda dan daphnia yang hidup sebagai zooplankton)
2.    Malcostraca : udang dan kepiting.


Hubungan Crustacea dengan kehidupan manusia
Banyak menguntungkan manusia, antara lain :
1.     Merupakan makanan ikan, yakni crustacea yang hidup sebagai zooplankton, yang termasuk ke dalam subkelas Entomostraca
2.    Sebagai sumber protein. Makanan ini berasal dari ordo decapoda, yaitu udang dan kepiting.

2. Arachnida (laba-laba)
Mempunyai 4 pasang kaki. Bernapas dengan paru paru buku. Pada bagian kepada-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal. Tubuhnya terbagi atas kepala-dada dan perut. Peredaran darahnya terbuka, artinya darah tidak selalu berada di dalam saluran darah
Sistem sarafnya adalah sistem tangga tali. ganglion otaknya berhubungan dengan beberapa macam alat indera. misalnya indera perasa berupa rambut perasa yang berada di seluruh permukaan tubuhnya. Juga berhubungan dengan mata tunggal yang umumnya berjumlah 8 pasang dan hanya dapat melihat pada benda yang bergerak.
Pada bagian kepala-dada terdapat dua pasang alat mulut. Alat mulut pertama (kalisera), yaitu sepasang alat berbentuk catut yang dilengkapi kelenjar racun untuk melumpuhkan mangsanya. alat mulut kedua (pedipalpus) berbentuk seperti gunting dan berfungsi sebagai alat untuk memegang.
Arachnida umumnya hidup teresterial, sehingga bernapasnya dengan menggunakan paru paru. Alat pernapasan ini berbentuk lembaran-lembaran seperti halaman buku sehingga disebut paru-paru buku.
Jenis kelamin jantan dan betina terpisah. Telur yang sudah dibuahi disimpan di dalam kokon dari bahan sutera.
Klasifikasi Arachnida
Kelas Arachnida dibagi menjadi 3 ordo :
1.     Scorpionida, contohnya : Thelyphonus (kala), Buthus (ketunggang)
2.    Araneida contohnya : Gastera (laba-laba), Neptila (Kemlanding)
3.    Acarina contohnya : Sarcoptes (caplak), Dermacentor (tungau)
Hubungan Arachnida dengan kehidupan manusia
1.     Memakan insekta yang merugikan
2. Mengganggu manusia dan hewan piaraan, yaitu yang termasuk ke dalam ordo Acarina, misalnya caplak. 
3. Kutu yang menyebabkan penyakit kulit pada manusia (penyakit kurap) dan kutu air yang seiring mengganggu sela sela jari kaki manusia.



       3. Myriapoda (kaki seribu)
Merupakan anthropoda yang tubuhnya beruas-ruas banyak yang sama besar dan bentuknya, sehingga tidak jelas bagian kepala, dada, dan perutnya. Tubuh Myriapoda dibagi menjadi 2 bagian yaitu kepala dan abdomen. Pada setiap segmen abdomen terdapat sepasang kaki, misalnya pada keluwing.
Alat mulutnya terdiri atas 3 pasang rahang, sepasang mandibula dan 2 pasang maksila. Hidup di darat (teresterial), bernafas dengan trakea. Sistem saraf tangga tali. Reproduksi dengan cara bertelur




       4. Insecta (serangga)
Tubuh terdiri dari kepala (caput), dada (thoraks), dan perut (abdomen). Mempunyai 3 pasang kaki, umumnya memiliki sayap. Bernapas dengan trakea. Peredaran darah terbuka. Jenis kelaminnya terpisah antar jantan dengan betina.
Struktur tubuh Insecta
(Sebagai bahan bahasan dipilih belalang karena banyak dikenal orang)

Struktur luar

Tubuh belalang dapat dibedakan atas 3 bagian yakni kepala, dada, perut
·         Kepala
Pada bagian kepala (caput) terdapat alat mulut, sepasang antena, ocellus, dan mata majemuk atau mata faset. Ocellus atau mata sederhana terdiri atas lapisan kutikula yang transparan, lensa, sel pigmen, dan lapisan penerima rangsang, yakni retina. Mata faset atau mata majemuk terdiri atas banyak omatidium atau faset
·         Dada
Bagian dada terdiri atas 3 ruas/segmen yaitu :
Ø  Segmen prothoraks di sebelah depan.
Ø  Segmen mesothoraks di sebelah tengah.
Ø  Segmen metathoraks di sebelah dada paling belakang.
·         Perut
Bagian perut terdiri dari 11 segmen, pada sisi segmen pertama abdomen belalang terdapat membran timpanum yang berfungsi sebagai alat pendengarannya.
Struktur dalam
         Sistem respirasi berupa sistem trakea atau sistem pembuluh
    Sistem peredaran darah berupa peredaran darah terbuka yang terletak di bagian dorsal tubuhnya. Alat ini terdiri atas jantung dan aorta yang terbuka di bagian anterior.
       Sistem ekskresi berupa saluran melapisi yang berjumlah banyak dan berkelok-kelok, menampung sisa metabolisme dari cairan tubuh, dialirkan ke dalam usus dan dikeluarkan melalui anus.
       Sistem saraf menggunakan sistem tangga tali dan dari ganglion otak terdapat serabut saraf yang berhubungan dengan alat inderanya, misalnya antenanya. Antena pada belalang dilengkapi dengan indera pembau dan peraba, sedangkan indera pengecap terapat pada bagian maksila.
       Klasifikasi insecta
            Insecta terbagi menjadi 25 ordo dan kali ini hanya dicontohkan 7 ordo yang paling umum:
1.     Coleoptera, contohnya kumbang
2.    Lepidoptera, contohnya kupu kupu
3.    Hymenoptera, contohnya semut
4.    Diptera, contohnya lalat rumah
5.    Hemiptera, contohnya kutu busuk
6.    Homoptera, contohnya kutu pohon jeruk
7.    Orthopera, contohnya belalang
       Hubungan Insecta dengan kehidupan manusia
            Hubungan yang menguntungkan :
1.     Memangsa hama pertanian
2.    Insecta parasit pada insecta lain
3.    Lebah madu yang menghasilkan madu dan lilin
4.    Ulat sutera menghasilkan kira kira 0,04 gram benang sutera setiap kokonnya
5.    Membantu terjadinya fertilisasi seperti kupu-kupu dan lebah
6.    Menghancurkan sampah, misalnya lalat, dan kumbang yang larvanya hidup di sampah.
            Hubungan yang merugikan :
1.     Semua larva Lepidoptera merusak tanaman karena pada umumnya memakan daun.
2.    Kumbang kelapa merusak daun dan batang kelapa
3.    Penghisap batang padi seperti walang sangit dan lembing
4.    Menularkan penyakit pada manusia seperti nyamuk Anopheles, nyamuk Aedes, lalat Tse-Tse, lalat rumah, dan kecoa




Peranan Arthropoda dalam kehidupan manusia
Menguntungkan :
  1. Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, contoh udang-udangan.
  2. Menghasilkan madu, contoh lebah madu.
  3. Bahan pakaian sutera, contoh kepompong ulat sutra.
  4. Membantu penyerbukan tanaman.
  5. Serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman secara biologi.

            

Merugikan :
  1. Perusak tanaman, larva atau ulat, wereng, dan belalang.
  2. Inang perantara (vektor) penyakit, misalnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyakit demam berdarah, Anopeles sebagai vektor malaria, dll.
  3. Parasit pada manusia contoh nyamuk, kutu rambut
  4. Merusak kayu bangunan, misal rayap.
  5. Pengebor kayu galangan kapal atau perahu, contoh Crustacea kelompok Isopoda


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar